Rabu, 27 Juni 2012

DEPRESI POST PARTUM

DEPRESI POST PARTUM
1.   PENGERTIAN
Depresi post partum adalah gangguan emosional pasca persalinan yang bervariasi, terjadi pada 10 hari pertama masa setelah melahirkan dan berlangsung terus-menerus sampai 6 bulan atau bahkan sampai satu tahun.
Depresi pertama kali di temukan oleh Pitt tahun 1988. Menurut pitt depresi post parum adalah depresi yang bervariasi dari hari ke hari dengan menunjukkan kelelahan, mudah marah, gangguan nafsu makan dan kehilangan libido(kehilangan selera untuk berhubungan intim dengan suami).
Hadi (2004), menyatakan secara sederhana dapat dikatakan bahwa depresi adalah suatu pengalaman yang menyakitkan, suatu perasaan tidak ada harapan lagi.
Kartono (2002), menyatakan bahwa depresi adalah keadaan patah hati atau putus asa yang disertai dengan melemahnya kepekaan terhadap stimulus tertentu, pengurangan aktivitas fisik maupun mental dan kesulitan dalam berpikir, Lebih lanjut Kartono menjelaskan bahwa gangguan depresi disertai kecemasan , kegelisahan dan keresahan, perasaan bersalah, perasaan menurunnya martabat diri atau kecenderungan bunuh diri.
Menurut Llewelly-jones (1994) menyatakan wanita yang didiagnosa mengalami depresi 3 bulan pertama setelah melahirkan. Wanita tersebut secara social dan emosional meras terasingkan atau mudah tegang dalam setiap kejadian hidupnya.


2.   PENYEBAB
secara umum penyebab depresi post partum :
·         Wanita dengan riwayat keluarga depresi cenderung lebih mudah terkena depresi
·         perubahan hormon setelah melahirkan.
 kadar hormon estrogen dan progesteron sangat meningkat. Dalam 24 jam pertama setelah melahirkan, kadar hormon tersebut dengan cepat kembali normal. Perubahan besar dalam kadar hormon dapat menyebabkan depresi. Kadar hormon tiroid juga bisa turun setelah melahirkan.
·         Sejarah mengidap depresi atau penyakit mental lainnya
·         Pernah mengalami depresi postpartum
·         Mengalami stress di rumah atau tempat kerja selama hamil
·         Kurang mendapat dukungan emosional
·         Memiliki masalah pernikahan atau masalah hubungan.

Pitt (regina dkk,2001) mengemukakan 4 faktor penyebab depresi post partum :
·         Faktor konstitusional
·         Faktor fisik yang etrjadi karena ketidakseimbangan hormonal
·         Faktor psikologi
·         Faktor sosial dan karateristik ibu

3.   GEJALA
Adapun gejala-gejala umum ibu depresi post partum adalah :
·         Merasa gelisah atau murung
·         Merasa sedih, putus asa, dan kewalahan
·         Kurang energi atau motivasi
·         Banyak menangis
·         Makan terlalu sedikit atau terlalu banyak
·         Tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak
·         Kesulitan berpikir atau membuat keputusan
·         Memiliki masalah memori
·         Merasa tidak berharga dan bersalah
·         Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang biasanya disukai
·         Menarik diri dari teman dan keluarga
·         Hilang minat (anhedonia)
·         Mengalami perubahan cepat tingkatan suasana hati dari sedih jadi marah
·         Selalu merasa lelah sepanjang waktu
·         Hanya tertarik sedikit pada bayi anda
·         Tidak menikmati hidup lagi
·         Kesulitan untuk berkonsentrasi
·         Pernah berfikir untuk mencelakai diri sendiri atau bayi Anda
Ling dan Duff (2001) mengatakan bahwa gejala depresi post partum yang dialami 60% wanita mempunyai karateristik dan spesifik antara lain:
·         Trauma terhadap intervensi medis yang terjadi
·         Kelelahan dan perubahan mood
·         Gangguan nafsu makan dan gangguan tidur
·         Tidak mau berhubungan dengan orang lain
·         tidak mencintai bayinya dan ingin menyakiti bayinya atau dirinya sendiri.

4.   GAMBARAN KLINIK
Monks dkk (1988) mengatakan depresi post partum merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti labilitas efek, kecemasan dan depresi pada ibu yang dapat berlangsung berbulan-bulan.
Faktor resiko:
·         Keadaan hormonal
·         Dukungan social
·         Emotional relationship
·         Komunikasi dan kedekatan
·         Struktur keluarga
·         Antropologi
·         Perkawinan
·         Demografi
·         Stressor psikososial dan lingkungan

5.   PENCEGAHAN
Untuk mencegah terjadinya depresi post partum sebagai anggota keluarga harus memberikan dukungan emosional kepada ibu dan jangan mengabaikan ibu bila terlihat sedang sedih, dan sarankan pada ibu untuk :
·         Beristirahat dengan baik
·         Berolahraga yang ringan
·         Berbagi cerita dengan orang lain
·         Bersikap fleksible
·         Bergabung dengan orang-orang baru
·         Sarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis
Adapun bagi suami dapat memotivasi istri dengan cara :
·         Dorong istri untuk berbicara dan tunjukkan kalau Anda mengerti.
·         Buat batasan kunjungan dan beritahu teman-teman "tidak bisa" ketika istri tidak ingin dikunjungi.
·         Terima pertolongan dari orang-orang yang sukarela membantu menyelesaikan pekerjaan rumah.
·         Izinkan teman-teman mengemong bayi agar istri punya waktu untuk dirinya sendiri dan sementara jauh dari bayi.
·         Bertindak setia dan penuh kasih sayang secara fisik tanpa minta dilayani secara seksual.

6.   PENGOBATAN
v  Terapi Obat
Obat diberikan untuk depresi sedang sampai berat obat yang umum digunakan antara lain golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), SNRI, dan tricyclic antidepressants serta benzodiasepin sebagai tambahan. Obat anti depressant tidak dapat digunakan hanya 1-2 minggu, karena efeknya baru terasa setelah 2 minggu. Umumnya diberikan selama 6 bulan.

v  Psikoterapi
Psikoterapi antara lain talking therapy, terapi interpersonal dan kognitif/ perilaku dan terapi psikodinamik. Talking therapy membantu pasien mengenali masalah dan menyelesaikannya melalui give anta take verbal dengan terapis. Pada terapi kognitif/perilaku, pasien belajar mengidentifikasi dan mengubah persepsi menyimpang tentang dirinya serta menyesuaikan perilaku untuk mengatasi lingkungan sekitar dengan lebih baik

v  Konseling
Ibu akan diajak melihat bahwa merawat anak bukanlah kesulitan yang luar biasa. Pelan-pelan diajak melihat fokus masalah, apa yang dihadapi dalam merawat anak dan adakah masalah yang sekiranya bisa diselesaikan.
v  Modifikasi Lingkungan
Lingkungan keluarga penting dalam penyembuhan. Suami harus pengertian. Serta keluarga harus mendukung ibu serta membantu dalam merawat anak.




















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar